Senin, 12 Mei 2014

Resensi Buku " SEBAB CINTA TAK KENAL WAKTU"




JUDUL BUKU            :  SEBAB CINTA TAK KENAL WAKTU
PENULIS                    :  DH. Devita & Rien Hanafiyah
PENERBIT                 :  Afra Publishing
CETAKAN                :  Pertama, 2007
TEBAL                       :  128 Halaman
ISBN                            : 978-979-1397-09-4


Cinta memang tak mengenal waktu.
Ia ada sejak Adam diciptakan Allah swt. Bahkan sebelum terciptanya bumi beserta segenap penghuninya, cinta itu telah ada, yakni cinta dari Sang Maha Pencinta, yang menciptakan cinta dengan sepenuh cinta. Cinta yang haq, cinta yang mempertemukan para pemuja dan pengamalnya diatas singgasana yang terbuat dari cahaya-Nya.

Dizaman ini yang segala sesuatunya di ukur dari materi, cinta telah begitu banyak tereduksi maknanya. Ia menjadi kerdil, sempit dan rendah.

Kompilasi Inspirasi penyejuk hati dibuat begitu apik oleh DH.Devita & Rien Hanafiah membaca artikel ini membuat kita berkaca dalam kehidupan sehari- hari..

Seperti artikel dihalaman 31 Masihkah kita Lupa Berdo’a ? terkadang dalam kehidupan sehari-hari betapa malasnya kita untuk meminta padaNya tapi ketika kita butuh pertolonganNya kita selalu memohon dan meminta pertolongan untuk diri kita maupun orang- orang yang kita sayangi. Padahal begitu banyak nikmat yang sudah kita raih. Memang tabiatnya manusia cepat lupa akan perintah-Nya untuk bersyukur dan memanjatkan do’a. dan ketika musibah atau hal yang tak diinginkan baru memohon dan menghiba pada yang kuasa.
Suatu ketika Aisyah ra mendapati Rasulullah saw mendirikan qiyamullail hingga bengkak kedua kakinya. Nurani kita mungkin mengatakan bahwaperbuatan tersebut melampaui kemampuan fisik seorang manusia. Namun seorang Muhammad yang sudah dijanjikan syurga serta dihapus segala dosanya mengatakan, “ apakah aku tak boleh mewujudkan rasa syukurku pada-Nya?”
Lantas bagaimanakah dengan diri kita yang tak pernah lepas dari dosa serta serta masih harus harap-harap cemas akan tempat kita di syurga?


Sebagai buku Kompilasi Penyejuk jiwa ada baiknya artikel ini menyelipkan beberapa Ayat alqur’an atau Hadist agar lebih mengingatkan pembaca dengan artikel yang sebenarnya sederhana namun penuh makna yang mendalam dalam kehidupan sehari-hari


Resensi ini di serta kan dalam  INDIVA READERS CHALLENGE 2014!!!


Kamis, 01 Mei 2014

AKU DAN 100 PENULIS ( BAG. 6 )

BERSAMA ARLEN ARA GUCI, SANG REDAKTUR DAN WARTAWAN

Saya mengenal nama Arlen Ara Guci ketika membaca majalah ANNIDA dengan judul cerpen " Kipas cari Mati " setingnya ada di Sumatra barat, kemudian saya menemukan nama Arlen Ara Guci di Sabili dengan judul " Rangkiang"  nama Ara Guci selalu mengingatkan saya akan sebuah suku di sumatra barat yaitu suku Guci namun saya belum pernah menanyakan tetang arti nama beliau ara guci.

Saat pertamakali bertemu dengan " bang Alen " sewaktu beliau mengisi di acara kepenulisan FLP cabang Pekanbaru di Galeri Ibrahim Satah purna MTQ , padahal saya punya beberapa buku beliau kumpulan cerpennya di Majalah ANNIDA dan Majalah SABILI, Alhamdulilah ketika ada acara bertemu Teh Pipit Senja Allah berikan kesempatan saya untuk minta tanda tanggan dan plus kata motivasi tulisan beliau di buku yang saya miliki " Jangan Percaya air mata Bunda "  dan " Surat di tepi barat ". dan supraise nya lagi beliau bahkan memotocopy kumpulan cerpen tulisan beliau tersebut dan buku surat di tepian barat. " saya sudah hilang file ternyata ada yang mengumpulkannya.

kemudian di suatu kesempatan beliau meyambangi sekolah tempat saya bekerja untuk bertemu dengan siswa berprestasi, dan sempat belajar secara langsung bagaimana cara wawancara untuk menulis berita. dan pada saat itu beliau juga meminta saya untuk menuliskan sebuah cerpen di Harian Haluan Riau. kontan saja saya kaget saya kan ngak bisa menulis sepiawai beliau. namun beliau menyarankan menulis saja pengalaman pribadi. jadilah cerpen pertama saya " Titip Cinta" terbit 4 desember yang mengisahkan tentang pengalaman pertama saya mengajar sebagai guru penganti.

kemudian saya bertemu kembali  dengan Bang Arlen Ara guci  di acara FLP cab. Pekanbaru dengan tema EYD, he..he.. di hari itu saya menjadi  contoh karya yang harus dikritik karna EYD nya yang amburadul.

di kesempatan berikut saya bertemu beliau di perpustakan Suman HS Pekanbaru- Riau beliau hadir bersama penulis Yanuardi Syukur

Semoga bisa belajar kembali bersama sang Redaktur dan Wartawan Handal ini.

AKU DAN 100 PENULIS ( BAG.5)


BERSAMA SANG KETUA FLP WILYAH RIAU



Nafi’ah Al Ma’rab adalah nama pena dari Sugiarti.  Beliau adalah Ketua FLP Riau juga Istri dari ketua Forum Lingkar Pena Cab. Pekanbaru Alam Terkembang. 
Awal mengenalnya ketika saya di tes wawancara untuk bisa ikut bergabung di Forum Lingkar Pena (FLP) cab. Pekanbaru. kebersamaan yang intenst ketika saya menjadi pengurus di FLP Cab. Pekanbaru dan kemudian di FLP wilayah Riau. 
Tulisannya sering singgah di berbagai media : Riau Pos, Majalah Sagang, Majalah Sabili, Majalah An-Nida, Majalah Gi-Zone dan sebagainya. Penulis ajuga telah meraih beberapa penghargaan tingkat Nasional, beberapa Prestasinya adalah Nominasi Karya cerpen Pemuda Terbaik oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga Tahun 2011, Juara 3 Lomba Essay tema Palestina tingkat Nasional oleh Kajian Zionisme Internasional, Naskah cerpen Favorit LMCR Rohto 2011, Pemenang kedua Lomba Penulisan Kriteria Presiden Indonesia Masa depan tingkat nasional oleh PPWI dan Bawaslu 2012, Nominator Anugrah sagang 2012 Kategori karya buku pilihan Sagang, Nominator Anugrah Baiduri 2012, Nominator Karya Fiksi terbaik Lomba Menulis Cerita Nusantara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, 2012 dsb.

 Beberapa karya Nafi’ah Al-Ma’rab:  Belajar Kimia Dari Al-Qur’an , Antologi Dua Warna( FLP Riau Publishing), Kerdam Cinta Untuk Palestina( Folipenol Publishing), Curhat Jalan Raya( Leutika Publisher),  Menulis Tradisi Intelektual Muslim( Youth Publisher), Lagu Opick Inspirasi, Why Self Publishing, Kumcer Remaja Balai bahasa Pekanbaru 2009, Fragmen Waktu ( Antologi Puisi Pilihan Riau Pos, 2010), Antologi Puisi Munajat Sesayat Do’a ( Leutika Prio), Antologi Fiksi Mini Selaksa Makna Ramadhan, Kiler Nyentrik tapi Asyik, Antologi Cerpen Pemuda Kementrian Pemuda dan olahraga 2011, Antologi Surat Cinta Untuk Murabbi, Catatan Cinta untuk Murabbi ( Prou), Memahat Mega Makna, Perempuan Langit, Perempuan Hujan, Dapur Ampuh ( Soega Publishing, 2013)

Semoga Allah Merahmati, persaudaran kita wahai sang Ketua, dan teruslah berkarya berjihad dengan Pena hingga raga tiada. 

( Pekanbaru, 1 Mei 2014)

AKU DAN 100 PENULIS ( BAG 4 )



BERSAMA SANG PROFESOR YANG PENUH KARYA



 Nama Lengkap beliau adalah Prof. Dr. Hasan Basri Jumin, M.Sc. Beliau adalah Guru besar Universitas Islam Riau ( UIR) beliau pernah menjadi Rektor dan sangat membuat banga, Beliau pernah menjadi Pembimbing I ketika saya menjadi Mahasiswa baik di S1 dan S2 di Universitas Islam Riau ( UIR)

Tampilan bapak ini sangat sederhana kebiasaan beliau memakai kemeja putih, walau pun beliau seorang rektor namun beliau tidak segan- segan menerima mahasiswa yang ingin di bimbingnya. bahkan ketika ada ujian sidang skripsi bapak ini mau berjalan kaki dari kantornya di rektorat lantai 4 menuju Fakultas Pertanian.

bahkan awalnya saya sempat kaget kalau bapak yang sering saya temui ketika Mata Pelajaran Ekologi Tanaman adalah seorang Rektor, Penyampaiannya yang lugas dan mudah di cerna.
Bahkan beliau tidak segan- segan memberi nilai A kepada mahasiswanya yang tulisannya terbit di Media.

Bapak yang lahir di Danau Bingkuang Kampar ini, merupakan Puak Melayu yang selalu memberikan kembangaan buat negeri walau beliau sekarang telah berdomisili di Jerman tetap membangakandi bidang Ilmiah baru- baru ini saya baca di sebuah Majalah lokal beliau baru menerbitkan buku  Plant Genetic Resources - A Review; Biotechnology In Citrus Relatives (Sumber Genetik Tanaman- Sebuah review: Bioteknologi Citrus Relative  (jeruk) setebal 126 halaman terbitan Lambert Academic Publoishing (LAP) ISBN 978-3-659-49656-1. Harga buku tersebut dijual sebesar 55,9 Euro (setara dengan Rp. 700.000) per eksemplar. secara ringkas buku tersebut membahas permasalahan memperbaiki kualitas genetik tanaman  jeruk terkait  panjangnya masa muda (juvenile) untuk dapat disilangkan dengan kerabatnya yang mengandung gen penyumbang (insersi gen) guna  memperbaiki karakter genetic jeruk manis. Gen penyumbang itu diperoleh dari kerabat jeruk yang belum dibudidayakan atau dengan kata lain citrus relatives. Sumbangan gen  itu dilakukan dengan cara persilangan alamiah antara jeruk manis dengan salah satu kerabat liarnya tadi (citrus relatives). Tetapi persoalan yang dihadapi adalah lamanya waktu untuk tersedianya serbuk sari (pollen grain) dari citrus relatives.    Terbitnya buku ini menjadi bukti dan kebanggaan bahwa anak jati Melayu Riau mampu berkarya di bidang ilmiah yang cukup diperhitungkan di dunia. Sebelumnya, Pak Hasan Basri Jumin  telah menerbitkan tak kurang dari tujuh buku ilmiah di bidang pertanian dan sains yakni : Dasar-dasar Agronomi, Agroekologi, Genetika, Rekayasa Genetika dalam Pandangan Islam, Studies on Somatic Embryogenesis and in vitro flowering of citurs relative), Mencari Keadilan dalam Pendidikan, Etika dalam Tadbir Urus Pembangunan (UUM, Malaysia) dan terakhir buku Sains dan Teknologi dalam Islam: Tinjauan Genetis dan Ekologi.

Prof. Hasan Basri Jumin yang meraih gelar Ph.D (doctor) di bidang Bioteknologi dan Breeding di Kagoshima University, Jepang tahun 1997. Pernah mengikuti training dan membentang makalah di sejumlah negara antara lain Inggeris, Jerman, Turki  dan Jepang sendiri. Selama dua tahun menjadi Profesor Tamu di Universiti Utara Malaysia. Karya-karya ilmiahnya dimuat di berbagai jurnal internasional.

Semoga nanti banyak Prof-prof seperti Dosen saya Prof Hasan Basri Jumin yang terus berkarya namun tetap bersahaja. trimakasih pak atas ilmu yang sudah bapak tularkan walau saya tidak lagi berkecimpung di dunia pertanian, insyaAllah saya akan tetap mengikuti jejak bapak untuk menjadi Penulis yang mencerdaskan.. Semoga Allah membalas ilmu yang bapak berikan menjadi Amal yang terbaik.

RESENSI BUKU BE A BRILLIANT WRITER





JUDUL BUKU            :  BE A BRILLIANT WRITER
PENULIS                    :  Afifah Afra
PENERBIT                 :  GIZONE BOOK Publishing
CETAKAN                  :  Pertama, 2011
TEBAL                          :  272 Halaman
ISBN                            : 978-602-8277-41-9

Buku ini  merupakan penyempurnaan dari buku sebelumnya How to be a Smart Writer yang selumnya tebalnya 233 halaman menjadi 272 halaman penambahan sekitar 49 halaman. Uraian pengalaman penulis yang telah lama terjun di dunia kepenulisan akan terekan indah di buku ini.

Dibuku Be A Brilliant Writer  di awal bab lebih banyak di fokuskan pada Motivasi menulis. Kemudian di Bab kedua kita akan lebih banyak mengetahui Rimba raya kepenulisan
Rimba Raya 1 : Mengenal jenis- jenis Wacana ( Deskripsi, Narasi, Ekposisi) disertai contoh contoh masing- masing
Rimba Raya 2 : Diksi, Gaya Bahasa dan Lokalitas
Rimba Raya 3 : Dunia Cerpen
Rimba Raya 4 : Dunia Novel
Rimba Raya 5 : Dunia Artikel, Esai dan Feature
Rimba Raya 6 : Resensi
Rimba Raya 7 : Jurnalistik
Rimba Raya 8 : Dunia Puisi
Rimba Raya 9 : Mempublikasikan karya
Rimba Raya 10  : Internet dan Urgensi buat Penulis

Ditutup dengan Writer-preneur bagaimana seorang penulis bisa menbuat penerbitan sendiri di awali dengan Mental Pebisnis,bagaimana prosese melahirkan sebuah buku, Menentukan harga buku, bagaimana memasarkan buku.

Motivasi dan contoh- contoh yang mudah di praktekkan  dalam  setiap bab sangat membantu Penulis untuk memulai karya dalam dunia kepenulisan .

Dari buku sebelumnya How to be a Smart Writer sangat saya sukai dari pada penyempurnaannya BE A Brilliant Writer, karna di buku HTBASW jenis kertasnya HVS dan Ilustrasi gambar lebih banyak.
Namun kedua buku yang saling berkaitan ini sangat membantu penulis untuk lebih menajamkan pena. Seperti Penuturan Mbak Afifah Afra yang menulis lebih 25 tahun dan menghasilkan buku puluhan judul buku pada inti nya jika ingin menjadi penulis harus terus menulis, menulis dan menulis.




Rabu, 30 April 2014

AKU DAN 100 PENULIS ( BAG.3)

BERSAMA DIAN YASMINA FAJRI SANG PIMRED MAJALAH ANNIDA


Saya sudah mengubek- ubek lemarinya mbah Goggle untuk menemukan foto mbak DYF ini yang baru dan lebih besar, namun walau fotonya kecil tidak menguragi Cubisan kenangan indah saya bersamanya 

Saya berjumpa dengan mbak DYF sekitar tahun 2000an , Acara yang di taja oleh Rohis Fakultas Pertanian Universitas Riau bertempat di Gedung Museum Sang Nila Utama Pekanbaru- Riau, pembicaranya duet dengan seorang dokter perempuan Dr.Susiana Tabrani, acaranya seru dan membuat semangat para peserta untuk menulis kian mengebu

sayangnya ketika saya bertemu mbak ini saya belum punya karya beliau yang sudah dibukukan padahal saya ini suka banget berburu kata motivasi dari para penulis yang saya temui maklum masih mahasiswa waktu itu dan belum punya dana untuk membeli, he..he..

Sekilas Tentang Dian Yasmina Fajri
Dian Yasmina Fajri lahir di Jakarta 9 Januari 1971, anak ketujuh dari sepuluh bersaudara pasangan Hj.Ayna dan H.Ahmad Sumira. Lulus dari Fakultas sastra Universitas Indonesia pada tahun 1995. Mulai menulis sejak duduk di bangku SMA, terutama menulis Artikel, cerita-cerita remaja dan anak- anak. Karir dalam bidang kepenulisannya kian berkembang setelah bergaul dengan kru majalah Seri Kisah-Kisah Islami Annida, tempat ia menjadi awak redaksi sejak awal tahun 1992. Tulisannya antara lain dibukukan dalam Sembilan Mata Hati (1998), Kembara Kasih (1999), Apapun Namanya Melati tetap Harum (2001), Puri Kurcaci (2002), Suami Romantis (2002) dan Si Kembar (2005).

Cerpennya yang berjudul Suami Romantis meraih juara ketiga pada lomba penulisan cerpen yang diadakan Program Bahasa dan Budaya Indonesia Universitas Deakin, Australia dan Pusat Kajian Humaniora Universitas Negeri Padang, dan dibukukan dalam kumpulan cerpen para pemenang : Gajong 2


Semoga di suatu waktu Allah beri kesemptan saya untuk bertemu kembali, dan bisa berburu kata motivasi dari penulis yang saya temui.  

AKU DAN 100 PENULIS ( BAG.2)

BERSAMA ASMA NADIA YANG MENGELORAKAN KARYA


Saya membaca karya mbak Asma Nadia sewaktu saya masih SMA karya mbak ini saya baca di majalah ANNIDA, dengan judul cerpen “ Koran Gondrong”  sampai saat ini saya masih ingat jalan ceritanya walau sudah lupa nama- nama orang yang didalam cerita tersebut. Kisah seorang remaja yang sangat memperhatikan penampilannya, walau dia seorang laki- laki namun kelakuannya seperti perempuan dan memiliki rambut yang gondrong, bahkan saudara- saudaranya bersedia untuk membayar sejumlah uang jika si remaja ini mau memotong rambutnya. di akhir cerita remaja ini mengikhlaskan rambutnya untuk di potong untuk membantu seorang anak penjual koran. sebuah karya yang penuh makna. ketika saya kuliah saya menemukan kaset Nasyid Muslimah Bestari yang di dalamnya ada mbak Asma.
Ditahun 2002 Allah mempertemukan saya dengan Penulis “ Jo dan Kas “ ( terbit awal di Majalah Muslimah). acara yang di taja oleh LDK UNILAK bertempat di Taman Budaya Kota Pekanbaru, Alhamdulillah saya beruntung mendapatkan tanda tanggan plus kartu nama  penulis yang menghasilkan banyak karya ini.
Saya masih ingat dengan jelas materi yang disampaikan oleh Mbak Asma Nadia yaitu tentang muslimah ngak boleh kucel, bau dan ngak matching. Memang pada saat itu belum banyak muslimah yang memakai hijab seperti sekarang, banyak muslimah yang tidak merapikan penampilannya dan terkadang pakainnya kusut, kotor dan bau dangan alasan sibuk dengan Dakwah, padahal jika muslimah itu lebih rapih dan bersih tentu dakwah ini banyak yang suka.

kebersamaan saya bersama mbak asma ini hanya sebentar walau saya waktu itu berharap bisa lebih lama lagi bersama beliau, bayangkan saudara- saudara saya bela- belain nginap di tempat adik kost yang rumahnya dekat dengan tempat acara agar saya bisa hadir tepat waktu.

sayangnya saya tidak sempat berfoto berdua dengan beliau karna saya sangat senang bertemu beliau, tapi alasan sebenarnya saya tidak punya kamera untuk berfoto bersamaa beliau, he..he..

Beberapa karya Asma Nadia yang saya tahu  sebenarnya masih banyak buku Asma nadia yang tersebar saya belum mengetahui namun satu persatu buku mbak Asma ini saya sudah punya
Asma telah menulis lebih dari 40 buku hingga saat ini. Banyak di antaranya diterbitkan oleh Penerbit Mizan. Di antaranya:
  • Derai Sunyi, novel, mendapat penghargaan Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA)
  • Preh (A Waiting), naskah drama dua bahasa, diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta
  • Cinta Tak Pernah ...., kumpulan cerpen meraih Pena Award
  • Rembulan di Mata Ibu (2001), novel, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI sebagai buku remaja terbaik nasional
  • Dialog Dua Layar, memenangkan penghargaan Adikarya IKAPI, 2002
  • 101 Dating meraih penghargaan Adikarya IKAPI, 2005
  • Jangan Jadi Muslimah Nyebelin!, nonfiksi, best seller.
  • Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Ke Tanah Suci (AsmaNadia Publishing House)
  • Jilbab Traveler (AsmaNadia Publishing House)
  • Muhasabah Cinta Seorang Istri
  • Catatan hati bunda
  • Assalammualakum Bejing
Karya-karya berikut ditulis bersama penulis lain:
  • Ketika Penulis Jatuh Cinta, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Kisah Kasih dari Negeri Pengantin, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Jilbab Pertamaku, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Miss Right Where R U? Suka Duka dan Tips Jadi Jomblo Beriman, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Jatuh Bangun Cintaku, Penerbit Lingkar Pena, 2005
  • Gara-gara Jilbabku, Penerbit Lingkar Pena, 2006
  • Galz Please Don’t Cry, Penerbit Lingkar Pena, 2006
  • The Real Dezperate Housewives, Penerbit Lingkar Pena, 2006
  • Ketika Aa Menikah Lagi, Penerbit Lingkar Pena, 2007
  • Karenamu Aku Cemburu, Penerbit Lingkar Pena, 2007
  • Catatan Hati di Setiap Sujudku, Penerbit Lingkar Pena, 2007.
  • Badman: Bidin
  • Suparman Pulang Kampung
  • Pura-Pura Ninja
  • Catatan Hati di Setiap Sujudku (kumpulan tulisan dari mailing list).
  • dll 
Semoga suatu saat, suatu masa Allah bisa mempertemukan kembali Aku dan Penulis yang mengelorakan karya ini.




Lomba Cipta Puisi Nasional 2024 ( DL 28 Agustus 2024)

  MENULIS PUISI DAPAT SMARTPHONE & UANG TUNAI✨ Mari tuangkan perasaan kita melalui puisi dengan mengikuti Lomba Cipta Puisi Nasional 202...